Memanfaatkan Empati Konsumen saat Pandemi

admin 19 September 2020 0 Comments

Saat pandemi kondisi mental orang-orang akan mengalami tiga hal; merasa takut, tergesa-gesa, dan kehilangan kontrol.Orang-orang cenderung akan bergerak berdasarkan psikologinya yang dialaminya saat itu. Hal ini dibuktikan ketika kasus pertama COVID-19 di Indonesia orang berbondong-bondong membeli masker tanpa berpikir panjang.

 

McKinsey juga menyatakan bahwa di saat krisis terutama pandemi COVID-19 konsumen akan memutuskan untuk membeli sesuatu berdasarkan apa yang mereka paling butuhkan.

 

Hal ini juga ditegaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh marketing dive. 56% pelanggan akan memilih produk yang memiliki empati kepada konsumen di saat susah. Dalam kasus ini  adalah pandemi COVID-19.

 

Setelah mengetahui bahwa marketing berdasarkan empati konsumen sangat efektif di saat krisis pandemi, Berikut Anda bisa tiru 4 contoh marketing empati yang bisa dicoba pada bisnis Anda.

 

Salah satu cara membentuk empati konsumen adalah memberitahukan kondisi bisnis Anda saat ini kepada konsumen Anda.

 

Bagaimana Anda mengelola produk, kondisi bisnis Anda saat ini, prosedur kesehatannya, workflow-nya, hingga pengiriman bisa Anda beritahukan kepada konsumen.

 

Misalnya Anda mengelola bisnis makanan kemasan, Anda bisa membuat live atau campaign video di media sosial bagaimana Anda mengolah makanan yang akan dijual, bagaimana cara mengemas produk Anda, hingga kondisi karyawan Anda.

 

Anda juga bisa memberitahukan kepada konsumen kondisi apa yang sedang dihadapi bisnis Anda saat ini dengan membangun interaksi. Sehingga empati dan brand Anda bisa sampai ke konsumen Anda.

 

Misalnya Anda pengusaha layanan software, Anda bisa memberitahukan kepada konsumen bahwa situasi COVID-19 seperti ini membuat konsultasi on-site terganggu. Sehingga Anda menawarkan diskon dan alternatif media konsultasi kepada konsumen sebagai bentuk empati.

 

Selain operasional dan kondisi, Anda juga perlu terbuka tentang bagaimana produk Anda sampai ke tangan konsumen.

 

Misalnya kapan barang akan dikirim, beritahu konsumen bahwa barang bisa saja mengalami keterlambatan karena adanya peraturan PSBB dan lainnya.

 

Buat Konsumen Anda Terlibat Langsung

 

Cara memberikan empati terbaik adalah dengan mempraktekkannya langsung. Anda bisa melibatkan konsumen Anda dalam proses bisnis Anda.

 

Ada berbagai cara agar konsumen Anda terlibat langsung dengan bisnis Anda. Misalnya dengan crowdsourcing produk dari konsumen dimana hasil penjualan produk tersebut akan disumbangkan kepada rumah sakit.

 

Anda juga bisa melibatkan konsumen dengan membuka saluran opini dan masukan terkait produk atau strategi yang bisa dilakukan.

 

Membuat konsumen merasa memiliki brand Anda adalah output dasar dari membangun empati pada strategi marketing.

 

Bentuk Fleksibilitas dan After Sales yang Andal

 

Fleksibilitas pada konsumen bisa Anda tawarkan jika Anda fokus pada produk-produk layanan.

 

Misalnya saja dengan memperpanjang termin pembayaran, garansi uang kembali, dan juga fleksibilitas payment disbursement.

 

Anda juga bisa membuat layanan purna jual yang andal misalnya dengan memperpanjang masa garansi, layanan 24 jam dengan media video conference, dan juga layanan konsultasi gratis.

 

Layanan purna jual atau after sales yang andal bisa membangun empati yang baik kepada konsumen.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *