Mengemas Konten Menjadi Lebih Menarik

admin 8 September 2020 0 Comments

Bicara konten, berarti kita tak hanya bicara artikel dalam bentuk teks. Foto, gambar, infografis, video, juga masuk dalam ranah konten. Bahkan dalam pengertian yang lebih luas, sebuah tampilan web (di mana di dalamnya terkandung elemen bernama desain UI dan UX) juga disebut sebagai konten.

Tetapi sebelum pikiran kita ke mana-mana kita batasi konten dalam pengertian sajian cerita saja. Bentuknya boleh jadi sebuah artikel, foto, video atau infografis.

Berikut ini adalah beberapa hal penting untuk mengemas konten yang Anda buat menjadi lebih menarik, mudah dibagikan, dan menjadi viral. Konsep di bawah ini, merupakan penjabaran bebas atas tahapan yang dilalui konsumen saat memutuskan membeli sebuah produk. Namanya AISAS (Attention, Interest, Search, Action, Share).

Kenali audiens Anda

Mengenal audiens berarti menyesuaikan dengannya. Menyampaikan konten kepada remaja beda cara, kemasan dan gaya dibanding orang dewasa. Padahal inti message-nya boleh jadi sama.

Buatlah ide pokok yang unik dan fokus pada apa yang akan disampaikan

Jika Anda menyampaikan sebuah konten dengan cara yang unik atau “tidak biasa” maka kecenderungan untuk diingat oleh audiens akan lebih besar.

Berceritalah dengan luwes

Audiens senang dengan cerita yang mengalir. Ajaklah mereka untuk larut dalam cerita. Buatlah mereka turut merasakan sensasi cerita yang Anda bangun atas produk yang Anda tawarkan.

Pandai menyisipkan pesan ke dalam konten

Pada hakikatnya audiens kurang menyukai informasi yang bersifat hard selling. Karena itu, pandai-pandailah “menyisipkan pesan” dari campaign yang Anda rancang dalam sebuah cerita. Anda juga dapat bercerita tentang segala manfaat atas produk atau jasa yang Anda tawarkan, sehingga membuat audiens tertarik dengan campaign Anda.

Libatkan emosi dalam cerita

Jika Anda sering memerhatikan, cerita, foto, atau video yang banyak dibagikan di media sosial, punya satu kecenderungan: semuanya melibatkan emosi.

Kemas dengan visual yang estetis

Konten berupa tulisan tentu akan menjadi lebih menarik jika dibarengi visual yang juga menarik (foto, gambar ilustrasi, infografik atau video). Sebaliknya, semua media visual lebih bermakna jika didukung oleh copywritting yang juga menarik.

Ajak audiens untuk mengambil tindakan

Setelah semua pesan tersampaikan, ajaklah audiens Anda untuk mengambil tindakan. Tidak selalu ke link yang menyediakan penjualan. Tetapi bisa saja berupa tautan untuk mengenali lebih jauh tentang produk barang atau jasa yang ditawarkan. Istilah ini biasa disebut dengan Call to Action (CTA). Dalam konsep AISAS, bisa jadi setelah konsumen puas dengan barang yang diperoleh, ia akan men-share.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *