Mengenal User Experience(UX) dan Dampaknya

admin 20 July 2020 0 Comments

User experience atau UX adalah bagaimana pengalaman pengguna dalam berinteraksi/menggunakan produk digital Anda. Pengalaman ini dilihat dari betapa mudahnya pengguna untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dari produk tersebut.

Dengan kata lain, user experience produk yang bagus tidak akan menyulitkan pengguna untuk mencapai tujuan mereka. Entah itu dari desain UI yang friendly, produk yang ringan untuk diakses, menu yang tidak berbelit-belit, dan lain sebagainya.

Sebaliknya, user experience yang buruk membuat pengguna frustasi karena kesulitan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kalau sudah begini, ada banyak efek buruk yang bisa terjadi kepada Anda.

Sebuah produk bisa dikatakan telah mencapai kesuksesan dalam hal UX jika pengguna merasakan pengalaman positif untuk aspek-aspek berikut:

  • Kegunaan : apakah produk memberi manfaat sesuai yang diharapkan?
  • Kemudahan : apakah produk mudah digunakan?
  • Kenyamanan : apakah produk ini praktis dan nyaman saat dimanfaatkan sesuai tujuannya?

Ketika produk berhasil memberi jawaban positif atas semua pertanyaan diatas, konsumen cenderung menjadi pengguna tetap dan tidak akan beralih ke produk lain.

Dampak UX terhadap stabilitas bisnis

Jika dipandang dari segi bisnis, UX berfungsi sebagai alat untuk memastikan kepuasan konsumen. Pengalaman konsumen saat menggunakan produk yang Anda tawarkan sangat berpengaruh pada reputasi Anda. Pengguna yang memiliki pengalaman positif akan lebih mudah merekomendasikan produk dan layanan yang sama pada teman, keluarga, dan rekan kerja.

Perlu diingat bahwa pengalaman positif mulai terbentuk saat konsumen mencari suatu produk, bisa melalui Internet dengan mengakses situs toko online Anda atau mengunjungi toko fisik; pencarian dan pembelian secara online mengharuskan Anda memiliki UI yang baik, sedangkan di lokasi fisik konsumen ingin merasa disambut dan dibantu.

Konsumen berharap mendapat pengalaman positif dan menikmati waktu mereka berinteraksi dengan Anda. Bisa dikatakan, penerapan UX berlaku di dua bentuk komunikasi: offline dan online.

  • UX di halaman situs Internet bisa mencakup kecepatan akses konten, dukungan Live Chat, sistem layanan yang responsif, dan cara pembayaran/transaksi yang aman.
  • Sedangkan di toko fisik, bentuk UX bisa diterapkan melalui keramahan penjual, keseriusan dalam menanggapi pertanyaan calon pembeli, kecakapan penjual mencari produk, bahkan kebersihan toko, dan layanan purna jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *