Mengenal Tipe Segmentasi/Target Pasar

admin 15 August 2020 0 Comments

Ibarat memanah, sebuah startup atau usaha perlu menentukan target yang tepat. Tujuannya tidak lain adalah agar lebih fokus ke arah mana anak panah atau usaha kita melesat sehingga paham bagaimana cara menangani sebagian besar masalah. Untuk itulah diperlukan adanya segmentasi pasar yang baik sebagai “target” guna menentukan arah dan seberapa kuat kita menarik “anak panah”.

Tipe segmentasi pasar

Berikut adalah beberapa jenis segmentasi pasar yang dapat membantu Anda memasarkan produk secara tepat sasaran :

Segmentasi geografis: Tipe segmentasi yang satu ini mungkin menjadi yang paling sering diaplikasikan, dimana perusahaan menarget pasat berdasarkan letak geografis mereka. Misalnya, Anda ingin memasarkan produk Anda untuk pasar Indonesia. Tentu tidak perlu rasanya Anda menarget negara-negara lain. Namun, tak terbatas pada letak saja, Anda juga dapat membaginya dari kondiri geografis. Misalnya, wilayah perkotaan dengan pedesaan atau kawasan pegunungan dengan kawasan pantai.

Segmentasi distribusi: Pembagian target market ini dilakukan berdasarkan bagaimana distribusi produk Anda. Misalnya, Anda membuat website berita. Sistem pendistribusiannya bisa saja melalui sosial media dan search engine. Kedua sistem distribusi tersebut tentu memiliki penerapan strategi marketing yang berbeda, tidak bisa dipaksakan untuk sama.

Segmentasi media: Pembagian segmentasi pasar berdasarkan media yang disukai juga mungkin terjadi. Misalnya, media cetak seperti koran dan media elektronik seperti portal berita. Pengguna koran biasanya didominasi oleh orang-orang yang lebih tua, sedangkan portal media di internet didominasi oleh anak muda. Sosial media juga punya segmentasi yang berbeda. Pengguna Instagram dan LinkedIn misalnya, Instagram biasanya didominasi oleh anak muda gaul kekinian sedangkan akun LinkedIn kebanyakan dibuat oleh orang-orang yang ingin membangun relasi kerja dan sebagainya. Tim social media Penulis ID memanfaatkan hal ini untuk membangun segmen yang tepat sehingga konten yang kami masukkan tepat sasaran.

Segmentasi harga: Kekuatan ekonomi seseorang pasti berbeda-beda satu sama lain. Ada yang mampu membeli produk dengan harga mahal, ada juga yang hanya mampu membeli produk dengan harga murah. Bila memang segmentasi pasar memiliki range yang luas, perusahaan perlu mengatur produk dengan harga yang mudah, sedang, hingga mahal. Contoh mudahnya, Pertamina, dimana mereka membagi segmentasi harga bensin dari yang murah, Premium, hingga yang paling mahal, Pertamax Plus. Dengan demikian, mereka dapat menjangkau semua range pengguna mulai dari yang ekonomi lemah hingga yang lebih kuat.

Segmentasi demografis: Jenis kelamin, usia, tipe rumah, dan tingkat pendidikan merupakan variabel yang paling umum untuk model segmentasi ini. Beberapa produk kadang ditujukan untuk lelaki, sedangkan yang lain untuk perempuan. Pembagian-pembagian seperti ini yang mungkin akan terjadi di segmentasi demografis.

hari kerja. Event-event olahraga juga dapat menjadi segmentasi sendiri. Misalnya, event Piala Dunia yang dapat dimanfaatkan pengusaha produk yang berkaitan dengan sepak bola.

Segmentasi psikografis/gaya hidup: Seperti namanya, segmentasi ini dianalisa dari banyak variasi analisis, mulai dari kebiasaan, perilaku, emosi, persepsi, kepercayaan, hingga ketertarikan target market Anda. Segmentasi ini merupakan segmentasi yang paling sering digunakan oleh banyak pengusaha karena data yang diambil dapat langsung menjurus ke target market tertentu sehingga mampu terkonversi dengan baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *