Manfaat Mengupdate Artikel Lama Untuk Blog

admin 11 September 2020 0 Comments

Sudah disinggung diatas, update artikel mampu memperbaiki posisi blog di SERP. Ini bermanfaat ketika Anda mengikuti lomba SEO. Kalaupun tidak sedang mengikuti kompetisi tersebut, pergunakanlah trik tadi untuk memperbaiki posisi blog. Google menganggap konten yang update bakal disukai oleh pengunjung. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa Anda mesti melakukan update artikel lama.

  1. Memperbaiki user experience atau pengalaman pengguna

Pernahkah Anda membaca sebuah URL laman berita, katakanlah TribanNews.com. Setelah dibuka URL-nya, informasi itu sudah ketinggalan zaman. Entah editornya yang ngantuk atau memang jurnalisnya sengaja karena tidak ada bahan lagi. Intinya informasi tersebut berpotensi misleading dan menyesatkan.

Kalau artikel mengandung misleading dan terjadi secara terus menerus, maka pengguna bisa menghindari melakukan klik pada URL tersebut di laman SERP. Padahal diketahui, misalnya, TribanNews.com menjadi jawara SERP pada hampir setiap kata kunci. Tapi meski mendulang impresi besar, jumlah kliknya imut-imut.

Itulah yang dimaksud sebagai artikel yang memiliki bad user experience. Lantas biar menjadi good bagaimana caranya? Katakanlah Anda memiliki evergreen content dengan judul Tips Memulai Usaha dengan Cepat dan Tepat.

Dalam salah satu poin, Anda menyebutkan kalau memulai usaha bisa meminjam di Bank Century sebab bunganya terbilang rendah sekali. Tentu kita semua paham kalau pada hari ini sudah tidak ada lagi bank tersebut.

Kalau artikel tersebut tidak di-update, maka bakal terjadi penyesatan informasi. Hal ini mengakibatkan blog Anda mengalami nasib yang sama dengan TribanNews.com tadi.

Itulah kenapa secara default, Google mengarahkan pemilik blog untuk selalu melakukan update terhadap blognya. Nah, update ini bukan semata menambah artikel terbaru tetapi juga memperbarui artikel-artikel lama.

2. Menargetkan kata kunci baru

Selain memperbarui informasi, melakukan update artikel juga bisa me-refresh target kata kunci. Anda yang kerap melakukan riset kata kunci tentu memahami kalau query di Google kerap berubah. Pada saat artikel itu dibuat, mungkin saja pencarinya memang banyak. Tapi seiring waktu boleh jadi peminatnya mulai sepi.

Saya misalkan lagi artikel dengan judul Tips Memulai Usaha dengan Cepat dan Tepat diatas. Hari ini judul tersebut rasanya terkesan jadul. Maka Anda bleh mengubahnya dengan Tips Memulai Usaha Kekinian untuk Milenial. Didalamnya Anda bisa menambahkan konten tentang membuat kios es kopi kekinian dengan tempat yang instagrammable.

Kedua manfaat diatas bisa didapatkan seluruhnya atau sebagian saja. Yang kerap membingungkan adalah artikel manakah yang harus di-update?

Nasib saya yang memiliki artikel di blog ini sebanyak 399 saja bingung, bagaimana dengan teman-teman blogger lain yang sudah memiliki ribuan artikel? Bagaimana menentukan artikel mana yang mesti dilakukan update? Apa saja kata kunci yang mesti ditambahkan, dikurangi, ataupun disesuaikan?

Update artikel ini tentu berguna buat Anda yang memiliki blog biasa, dengan artikel-artikel informatif yang biasanya memiliki jangka waktu kedaluarsa yang panjang. Kalau Anda memiliki laman berita, tentu artikel ini tidak relevan. Dalam kaidah jurnalistik, update artikel berita hanya dengan berita selanjutnya.

Anda bisa melakukan kegiatan diatas setidaknya tiga hingga enam bulan sekali. Namun buat Anda yang baru memulai membuat blog, tentu belum relevan untuk melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *